secara garis besar, ajaran Islam yang pedomannya berupa Alquran dan Sunnah Nabi, diyakini oleh pemeluknya dapat mengantisipasi segala persoalan yang ada pada setiap zamannya. Islam itu satu, tetapi realita berbicara bahwa tampilan masalah Islam itu kompleks beragam, hal itu disebabkan karena lokasi penampilannya mempunyai pengaruh budaya yang beragam bahkan boleh jadi kurun zaman telah membawa budaya dan teknologi yang berbeda-beda karena perkembangan zaman, termasuk masalah perkawinan dan problematikanya.
Secara spesifik, ilmu fikih yang merupakan kajian syariah meliputi berbagai bidang keilmuan sesuai dengan materi pembahasannya. Salah satu bidang kajian ilmu fikih adalah fikih munakahat dan fikih jinayah. Problematika dalam rumah tangga sering bermunculan dikarenakan salah satu masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Istilah kekerasan atau nusyuz, pada permasalahan KDRT terkadang sampai berimbas pada tingkat kejahatan sehingga perlu adanya pembahasan nusyuz secara khusus terkait fikih jinayah relevansinya dalam perkawinan sebagai stabilitas perkawinan perspektif fikih jinayah.
KEKERASAN DAN RELEVANSINYA DALAM PERKAWINAN (Stabilitas Perkawinan Perspektif Fikih Jinayat)
Rp65.000
EDITOR : Dr. Rahma Amir, M.Ag.
Buku ini hadir menjawab permasalahan bagaimana kekerasan yang muncul dalam perkawinan dalam relevansinya menstabilitasi perspektif fikih jinayah. Olehnya buku ini dibagi ke dalam beberapa materi, dimulai dari prinsip-prinsip perkawinan; mempersiapkan perkawinan; keadilan relasi suami istri serta menyikapi perceraian. Dalam ranah prinsip, pendekatan kesetaraan, kesalingan (mubadalah) menjadi rumusan nilai-nilai dasar bagi sebuah fondasi keluarga yang kokoh dan utuh.
Buku ini ada di tangan pembaca berbicara secara komprehensif tentang perkawinan relevansinya dengan fikih jinayah. Referensinya didasarkan pada berbagai sumber yang cukup representatif yang disesuaikan dengan berbagai kasus yang sifatnya up to date.
Semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak, semoga menjadi amal shaleh dengan pahala yang tetap mengalir Aamiin Yaa rabbal ‘Aalamiin.




