Buku ini mencoba untuk mengkaji fenomena Demokrasi pada Pilkada Kota Makassar dan berbagai tantangan demokrasi yang dilaluinya. Fenomena Demokrasi yang dimaksud di antaranya adalah kemenangan kotak kosong dalam kontestasi Pilkada Kota Makassar tahun 2018. Tulisan ini menggunakan Konsep Demokrasi, Kotak Kosong, dan Pemikiran Politik Islam. Konsep Demokrasi digunakan untuk melihat prinsip-prinsip dasar dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Makassar. Konsep Kotak Kosong digunakan untuk menjelaskan fenomena kekosongan alternatif pilihan dalam Pilkada. Sedangkan, pemikiran politik Islam digunakan untuk melihat fenomena -fenomena baru yang terjadi dalam proses Demokrasi dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penulis melihat bahwa fenomena kotak kosong merupakan sebuah tantangan utama dalam Demokrasi jika dilihat dari perspektif partisipasi pemilih. Namun, dalam fenomena Pilkada Kota Makassar kolom kosong bukan diakibatkan ketiadaan calon tetapi terdapat pelanggaran calon yang harus menggugurkan pencalonannya. Adapun hasil kemenangan kolom kosong pada Pilkada Kota Makassar menghasilkan fenomena kekosongan pemimpin. Dalam halnya pemikiran politik Islam, fenomena kekosongan pemimpin diatur untuk segera diisi dengan pengganti sementara. Sehingga, dalam praktik Demokrasi yang dimulai dengan kontestasi pemilihan sampai dengan penyelesaian masalah pemilu memiliki panduan yang sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
TANTANGAN DEMOKRASI: Refleksi Pilkada Kota Makassar dari Sudut Pandang Politik Islam
Rp65.000
Editor: Prof. Dr. H. Darussalam Syamsuddin, M.Ag.




